Sunday, March 27, 2011

Musim Semi di Illinois #Catatan Perjalanan Singkat di Kampung Abraham Lincoln Part I

Pada suatu malam di musim panas,bulan oktober ,1871, sebuah percikan api kecil berujung malapetaka terjadi di sebuah lumbung kecil milik pasangan O’leary,di sudut kota Chicago, Illinois. Kala itu, Chicago masih berumur sangat muda, tidak semodern saat ini. Kebanyakan bangunannya masih terbuat dari kayu. Percikan apa itu merembes ke rumah-rumah sekitarnya sehingga berujung pada tragedy besar yang di kenal dengan sebutan”The GREAT FIRE CHICAGO’ dan tercatat sebgai salah satu kebakaran terhebat dalam sejarah. Ratusan orang tewas, ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal. Selama berhari-hari kota itu menjadi lautan api. Chicago lumpuh total, orang-orang kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda. Saudagar kaya berubah jadi pengemis miskin berpakaian compang-comping, tingkat kriminalitas meningkat dratis sejak saat itu. Namun kota itu tidak ‘mati’.Sebab beratus tahun kemudian, Chicago menjelma sebagai salah satu kota termodern dan terkenal di dunia.

Chicago, It's America!

Mendengar kata Chicago, semua orang pasti tahu bahwa kata itu menunjuk pada sebuah kota di Amerika Serikat. Chicago telah lama digambarkan di film-film barat, dijadikan lokasi syuting video klip, disebutkan di buku sejarah dan lain sebagainya. Chicago merupakan kota terbesar di Illinois. Illinois sangat lekat dengan nama-nama orang terkenal, sebut saja Abraham Lincoln, presiden ke 16 AS, dan Barrack Obama, yang sebelum menjadi presiden ke 44 AS, dikenal sebagai’sang senator dari Illinois. Juga Al-Capone, si mafia yang namanya terkenal di antara para gangster.

Saya menyebutnya sebagai sebuah keberuntungan, ketika saya dan ke 18 teman dari Indonesia bisa berkunjung ke kota terbesar ke – 3 di Amerika serikat itu. Menikmati musim semi di kota kosmopolitan dengan gedung-gedung pencakar langit yang berarsitektur luar biasa, dengan orang-orang yang berlalu lalang di pusat kota. Hiruk pikuknya benar-benar terasa. 

Di Chicago, Untuk pertama kalinya sejak saya tiba di AS, saya benar-benar merasa sedang berada di Amerika.

I80 Derajat: Antara Chicago & Ames

Ames adalah sebuah kota kecil disebelah utara Des Moines, ibukota Iowa. Dari Ames, dibutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk mencapai Chicago dengan mobil. Kehidupan Ames dan Chicago sangat berbeda 180 derajat. Di Ames, tidak ada hiruk pikuk seperti di Chicago. Chicago, seperti umumnya kota besar di dunia, memiliki tingkat kriminalitas yang cukup tinggi (seperti yang diterangkan supervisor kami, Ms Xiong). Bila di Ames, kami tak pernah (atau tepatnya belum pernah) melihat pengemis dan gelandangan, maka di Chicago kami begitu mudah menemukan peminta-minta yang duduk dipinggir jalan berpakaian compang-camping  sambil menengadahkan karton (bukan tangan) yang bertuliskan ’Homeless,need some cent for eat" (sayang, saya gak punya fotonya) 
Wajah Chicago

Pose di depan salah satu gedung pencakar langit Chicago

Ames yang tenang, kalem dan nampak'baik-baik'


Individualistik masyarakat kota besar pun nampak dikeseharian masyarakat Chicago. Tidak ada senyum basa-basi seperti yang biasa dilakukan masyarkat Ames bila berpapasan di jalan. Diversity di Chicago juga sangat nampak. Orang-orang dari berbagai ras dan etnis nampak dimana-mana. Menurut pengamatan saya, tidak susah untuk menemukan muslimah berjilbab di kota ini, sebab selama beberapa hari saya di sana, tidak jarang saya melihat atau berpapasan dengan para jilbaber. Kebanyakan mereka berwajah timur tengah…
(To be Continued, penulisnya harus kerja PR..hohohh..:P)

*SUV Apartment, Room 9B, Musim Semi 2011,disela-sela buku grammar tingkat 4.

Thursday, March 24, 2011

HERE WE ARE, UNCLE SAM!


I hopped off the plane at LAX
with a dream and my cardigan
welcome to the land of fame excess, (woah)
am I gonna fit in?

Jumped in the cab,
Here I am for the first time
Look to my right and I see the Hollywood sign
This is all so crazy
Everybody seems so famous…


(Party In The USA)

Alunan lagu Miley Cyrus serasa menggema di telingaku ketika pertama kali menjejak daratan Amerika…
hmmm jadi ini negeri itu? Negeri yang katanya Adikuasa, Superpower and Bla..bla itu..
Negeri ini dulu hanya ada dalam kepalaku dan dalam film-film
Dan sekarang….Here We Are, Uncle Sam!

Ada sensasi yang luar biasa saat kakiku pertama kali menjejak negerinya Barrack Obama ini.

KEDINGINAN!

Hahaaaa…

Brrr….AS masih winter
Rupanya salju turun tepat di saat kami tiba di bandara International St Paul Mineapollis.
Putih,semuanya tampak putih, tanah, pepohonan, rumput-rumput.
Snowfall….indah sekali..

Dengan sangat excited para IELSPer menatap butiran-butiran putih yang jatuh dari langit itu dengan takzim.

Here I am!


..and here we are!


Yes.This is America!

Alhamdulillah, kami tiba di AS dengan selamat setelah perjalanan berjam2 yg sangat melelahkan.
Delta Airlines yang membawa kami ke Negeri paman Sam ini, landing sekitar pukul 12 waktu AS di bandara St Paul Mineapollis, Minesotta. Bandara ini adalah point of entry kami u/ memasuki Amerika Serikat.
St Paul Minneapolis International Airport


Di bandara inilah kami harus proses imigrasi yang cukup mendebarkan. Seperti yang telah kami peroleh sewaktu Pre-Departure Orientation, saat memasuki AS kami harus berhati2, karna kesalahan sedikit akan berakibat kami akan melalui secondary inspection, let’s say semacam interogasi di ruang tertutup dari petugas imigrasi (serem gak tuh??). 

Hari itu, hanya satu dari kami ber-19 yang harus melewati proses itu, yaitu bang Ali. Cukup lama ia diproses, sampe2 kami harus menunggu berjam-jam (syukur waktu itu pesawat kami take off nanti sore) jadi tidak perlu khawatir untuk ketinggalan pesawat. Hampir 2 jam (or 3 jam) Ali diperiksa petugas imigrasi dan diberondong dengan berbagai pertanyaan, alhamdulillah akhirnya ia bisa lolos dan bergabung bersama kami.
Waiting for Ali



TENTANG BANDARA MINNEAPOLLIS


Hmmm….bandara ini sangat luas. Meski saya tidak menjelajahi seluruhnya.


Tapi kalo dibandingkan dengan Changi Singapore, tetap bagusan Changi. Changi Airport terlihat sangat modern. Cakep pokoknya.

Oh ya, ada satu kejadian menarik waktu saya berada di St Paul, saya ketemu artis HOLLYWOOD!, Rob Sneijde. Artis komedy AS. Dia maen dibanyak film seperti Bedtime Stories dan home alone 2. Wah gak disangka-sangka kami bisa bertemu denganya bukan hanya bertemu malah, tapi berbincang-bincang, & foto bareng,orangnya ramah..
With Rob Scneider, lumayanlah..Artis Hollywood bo'hohoo

Kami meninggalkan Minnesota pukul 7 malam dan terbang menuju Des Moines, Ibu kota Iowa,menumpangi pesawat kecil. Perjalanan yang ditempuh hanya sekitar 20 menit. Dalam sekejap, kami kembali mendarat…HERE WE ARE AGAIN..IOWA!

FINAL DESTINATION, IOWA!

Di Iowa kami di sambut hangat dan dijemput oleh 3 orang: Alyssa Xiong, supervisor kami dari IEOP Iowa State University, Chris Cassucio , program Officer perwakilan IIE dari New York, dan Jared (entah siapa dirinya, saya kurang taustatusnya sebagai apa,hohoo). Ms Xiong, wanita yang selama ini selalu memantau kami via email & Web, ternyata adalah orang yang sangat ramah & hangat, kami langsung menyukainya dan langsung akrab denganya. Begitu juga dengan Chriss (orangnya cakep loo..hohohh..)kalo Jared agak pendiam tapi ramah juga.

Dari bandara Des Moines( bandaranya kecil bo’), kami melanjutkan perjalanan ke Ames dengan Van.
Malam yang dingin,salju nampak dimana-mana.
Kami menggigil ketika harus menarik koper dan berjalan keluar bandara menuju Van.

Perjalanan ke Ames dari Des Moines sekitar 45 menit. Kami tiba di Ames sekitar pukul 9 malam, dan menginap di sebuah motel (motel super 8 namanya. Di sana kami akan menginap semalam sebelum pindah ke Apartement yang telah disiapkan oleh IIE & ISU.

Setelah dinner (dengan Pizza! Sama sekali tidak ada nasi), kami naik untuk beristirahat. Perjalanan panjang dari Indonesia ke AS cukup membuat kami lelah, namun juga excited untuk menikmati hari pertama di AS..
Pizza Party, whadda shocking Dinner! (dengan bodohnya saya mengharapkan nasi)


Sebagian dari kami( termasuk saya), masih belum percaya kalau kami benar-benar telah sampai di AS, rasanya seperti mimpi.
Dari jendela kamar, saya memandang langit malam Amerika.
Cerah penuh bintang.

Malam itu, 26 Februari 2011, adalah malam pertama kami, sembilan belas anak muda yang berasal dari negeri nun jauh di timur, ‘terlelap ‘di pangkuan Paman Sam.

Sunday, March 27, 2011

Musim Semi di Illinois #Catatan Perjalanan Singkat di Kampung Abraham Lincoln Part I

Pada suatu malam di musim panas,bulan oktober ,1871, sebuah percikan api kecil berujung malapetaka terjadi di sebuah lumbung kecil milik pasangan O’leary,di sudut kota Chicago, Illinois. Kala itu, Chicago masih berumur sangat muda, tidak semodern saat ini. Kebanyakan bangunannya masih terbuat dari kayu. Percikan apa itu merembes ke rumah-rumah sekitarnya sehingga berujung pada tragedy besar yang di kenal dengan sebutan”The GREAT FIRE CHICAGO’ dan tercatat sebgai salah satu kebakaran terhebat dalam sejarah. Ratusan orang tewas, ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal. Selama berhari-hari kota itu menjadi lautan api. Chicago lumpuh total, orang-orang kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda. Saudagar kaya berubah jadi pengemis miskin berpakaian compang-comping, tingkat kriminalitas meningkat dratis sejak saat itu. Namun kota itu tidak ‘mati’.Sebab beratus tahun kemudian, Chicago menjelma sebagai salah satu kota termodern dan terkenal di dunia.

Chicago, It's America!

Mendengar kata Chicago, semua orang pasti tahu bahwa kata itu menunjuk pada sebuah kota di Amerika Serikat. Chicago telah lama digambarkan di film-film barat, dijadikan lokasi syuting video klip, disebutkan di buku sejarah dan lain sebagainya. Chicago merupakan kota terbesar di Illinois. Illinois sangat lekat dengan nama-nama orang terkenal, sebut saja Abraham Lincoln, presiden ke 16 AS, dan Barrack Obama, yang sebelum menjadi presiden ke 44 AS, dikenal sebagai’sang senator dari Illinois. Juga Al-Capone, si mafia yang namanya terkenal di antara para gangster.

Saya menyebutnya sebagai sebuah keberuntungan, ketika saya dan ke 18 teman dari Indonesia bisa berkunjung ke kota terbesar ke – 3 di Amerika serikat itu. Menikmati musim semi di kota kosmopolitan dengan gedung-gedung pencakar langit yang berarsitektur luar biasa, dengan orang-orang yang berlalu lalang di pusat kota. Hiruk pikuknya benar-benar terasa. 

Di Chicago, Untuk pertama kalinya sejak saya tiba di AS, saya benar-benar merasa sedang berada di Amerika.

I80 Derajat: Antara Chicago & Ames

Ames adalah sebuah kota kecil disebelah utara Des Moines, ibukota Iowa. Dari Ames, dibutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk mencapai Chicago dengan mobil. Kehidupan Ames dan Chicago sangat berbeda 180 derajat. Di Ames, tidak ada hiruk pikuk seperti di Chicago. Chicago, seperti umumnya kota besar di dunia, memiliki tingkat kriminalitas yang cukup tinggi (seperti yang diterangkan supervisor kami, Ms Xiong). Bila di Ames, kami tak pernah (atau tepatnya belum pernah) melihat pengemis dan gelandangan, maka di Chicago kami begitu mudah menemukan peminta-minta yang duduk dipinggir jalan berpakaian compang-camping  sambil menengadahkan karton (bukan tangan) yang bertuliskan ’Homeless,need some cent for eat" (sayang, saya gak punya fotonya) 
Wajah Chicago

Pose di depan salah satu gedung pencakar langit Chicago

Ames yang tenang, kalem dan nampak'baik-baik'


Individualistik masyarakat kota besar pun nampak dikeseharian masyarakat Chicago. Tidak ada senyum basa-basi seperti yang biasa dilakukan masyarkat Ames bila berpapasan di jalan. Diversity di Chicago juga sangat nampak. Orang-orang dari berbagai ras dan etnis nampak dimana-mana. Menurut pengamatan saya, tidak susah untuk menemukan muslimah berjilbab di kota ini, sebab selama beberapa hari saya di sana, tidak jarang saya melihat atau berpapasan dengan para jilbaber. Kebanyakan mereka berwajah timur tengah…
(To be Continued, penulisnya harus kerja PR..hohohh..:P)

*SUV Apartment, Room 9B, Musim Semi 2011,disela-sela buku grammar tingkat 4.

Thursday, March 24, 2011

HERE WE ARE, UNCLE SAM!


I hopped off the plane at LAX
with a dream and my cardigan
welcome to the land of fame excess, (woah)
am I gonna fit in?

Jumped in the cab,
Here I am for the first time
Look to my right and I see the Hollywood sign
This is all so crazy
Everybody seems so famous…


(Party In The USA)

Alunan lagu Miley Cyrus serasa menggema di telingaku ketika pertama kali menjejak daratan Amerika…
hmmm jadi ini negeri itu? Negeri yang katanya Adikuasa, Superpower and Bla..bla itu..
Negeri ini dulu hanya ada dalam kepalaku dan dalam film-film
Dan sekarang….Here We Are, Uncle Sam!

Ada sensasi yang luar biasa saat kakiku pertama kali menjejak negerinya Barrack Obama ini.

KEDINGINAN!

Hahaaaa…

Brrr….AS masih winter
Rupanya salju turun tepat di saat kami tiba di bandara International St Paul Mineapollis.
Putih,semuanya tampak putih, tanah, pepohonan, rumput-rumput.
Snowfall….indah sekali..

Dengan sangat excited para IELSPer menatap butiran-butiran putih yang jatuh dari langit itu dengan takzim.

Here I am!


..and here we are!


Yes.This is America!

Alhamdulillah, kami tiba di AS dengan selamat setelah perjalanan berjam2 yg sangat melelahkan.
Delta Airlines yang membawa kami ke Negeri paman Sam ini, landing sekitar pukul 12 waktu AS di bandara St Paul Mineapollis, Minesotta. Bandara ini adalah point of entry kami u/ memasuki Amerika Serikat.
St Paul Minneapolis International Airport


Di bandara inilah kami harus proses imigrasi yang cukup mendebarkan. Seperti yang telah kami peroleh sewaktu Pre-Departure Orientation, saat memasuki AS kami harus berhati2, karna kesalahan sedikit akan berakibat kami akan melalui secondary inspection, let’s say semacam interogasi di ruang tertutup dari petugas imigrasi (serem gak tuh??). 

Hari itu, hanya satu dari kami ber-19 yang harus melewati proses itu, yaitu bang Ali. Cukup lama ia diproses, sampe2 kami harus menunggu berjam-jam (syukur waktu itu pesawat kami take off nanti sore) jadi tidak perlu khawatir untuk ketinggalan pesawat. Hampir 2 jam (or 3 jam) Ali diperiksa petugas imigrasi dan diberondong dengan berbagai pertanyaan, alhamdulillah akhirnya ia bisa lolos dan bergabung bersama kami.
Waiting for Ali



TENTANG BANDARA MINNEAPOLLIS


Hmmm….bandara ini sangat luas. Meski saya tidak menjelajahi seluruhnya.


Tapi kalo dibandingkan dengan Changi Singapore, tetap bagusan Changi. Changi Airport terlihat sangat modern. Cakep pokoknya.

Oh ya, ada satu kejadian menarik waktu saya berada di St Paul, saya ketemu artis HOLLYWOOD!, Rob Sneijde. Artis komedy AS. Dia maen dibanyak film seperti Bedtime Stories dan home alone 2. Wah gak disangka-sangka kami bisa bertemu denganya bukan hanya bertemu malah, tapi berbincang-bincang, & foto bareng,orangnya ramah..
With Rob Scneider, lumayanlah..Artis Hollywood bo'hohoo

Kami meninggalkan Minnesota pukul 7 malam dan terbang menuju Des Moines, Ibu kota Iowa,menumpangi pesawat kecil. Perjalanan yang ditempuh hanya sekitar 20 menit. Dalam sekejap, kami kembali mendarat…HERE WE ARE AGAIN..IOWA!

FINAL DESTINATION, IOWA!

Di Iowa kami di sambut hangat dan dijemput oleh 3 orang: Alyssa Xiong, supervisor kami dari IEOP Iowa State University, Chris Cassucio , program Officer perwakilan IIE dari New York, dan Jared (entah siapa dirinya, saya kurang taustatusnya sebagai apa,hohoo). Ms Xiong, wanita yang selama ini selalu memantau kami via email & Web, ternyata adalah orang yang sangat ramah & hangat, kami langsung menyukainya dan langsung akrab denganya. Begitu juga dengan Chriss (orangnya cakep loo..hohohh..)kalo Jared agak pendiam tapi ramah juga.

Dari bandara Des Moines( bandaranya kecil bo’), kami melanjutkan perjalanan ke Ames dengan Van.
Malam yang dingin,salju nampak dimana-mana.
Kami menggigil ketika harus menarik koper dan berjalan keluar bandara menuju Van.

Perjalanan ke Ames dari Des Moines sekitar 45 menit. Kami tiba di Ames sekitar pukul 9 malam, dan menginap di sebuah motel (motel super 8 namanya. Di sana kami akan menginap semalam sebelum pindah ke Apartement yang telah disiapkan oleh IIE & ISU.

Setelah dinner (dengan Pizza! Sama sekali tidak ada nasi), kami naik untuk beristirahat. Perjalanan panjang dari Indonesia ke AS cukup membuat kami lelah, namun juga excited untuk menikmati hari pertama di AS..
Pizza Party, whadda shocking Dinner! (dengan bodohnya saya mengharapkan nasi)


Sebagian dari kami( termasuk saya), masih belum percaya kalau kami benar-benar telah sampai di AS, rasanya seperti mimpi.
Dari jendela kamar, saya memandang langit malam Amerika.
Cerah penuh bintang.

Malam itu, 26 Februari 2011, adalah malam pertama kami, sembilan belas anak muda yang berasal dari negeri nun jauh di timur, ‘terlelap ‘di pangkuan Paman Sam.

Blogger templates

Free Cloud Cursors at www.totallyfreecursors.com
Kegagalan selalu membangkitkan rasa penasaran. Menyerah berarti berbuat kekonyolan. Bangkit, berlari dan teruslah berjuang! (rfs)

Sunday, March 27, 2011

Musim Semi di Illinois #Catatan Perjalanan Singkat di Kampung Abraham Lincoln Part I

Pada suatu malam di musim panas,bulan oktober ,1871, sebuah percikan api kecil berujung malapetaka terjadi di sebuah lumbung kecil milik pasangan O’leary,di sudut kota Chicago, Illinois. Kala itu, Chicago masih berumur sangat muda, tidak semodern saat ini. Kebanyakan bangunannya masih terbuat dari kayu. Percikan apa itu merembes ke rumah-rumah sekitarnya sehingga berujung pada tragedy besar yang di kenal dengan sebutan”The GREAT FIRE CHICAGO’ dan tercatat sebgai salah satu kebakaran terhebat dalam sejarah. Ratusan orang tewas, ribuan lainnya kehilangan tempat tinggal. Selama berhari-hari kota itu menjadi lautan api. Chicago lumpuh total, orang-orang kehilangan tempat tinggal, kehilangan harta benda. Saudagar kaya berubah jadi pengemis miskin berpakaian compang-comping, tingkat kriminalitas meningkat dratis sejak saat itu. Namun kota itu tidak ‘mati’.Sebab beratus tahun kemudian, Chicago menjelma sebagai salah satu kota termodern dan terkenal di dunia.

Chicago, It's America!

Mendengar kata Chicago, semua orang pasti tahu bahwa kata itu menunjuk pada sebuah kota di Amerika Serikat. Chicago telah lama digambarkan di film-film barat, dijadikan lokasi syuting video klip, disebutkan di buku sejarah dan lain sebagainya. Chicago merupakan kota terbesar di Illinois. Illinois sangat lekat dengan nama-nama orang terkenal, sebut saja Abraham Lincoln, presiden ke 16 AS, dan Barrack Obama, yang sebelum menjadi presiden ke 44 AS, dikenal sebagai’sang senator dari Illinois. Juga Al-Capone, si mafia yang namanya terkenal di antara para gangster.

Saya menyebutnya sebagai sebuah keberuntungan, ketika saya dan ke 18 teman dari Indonesia bisa berkunjung ke kota terbesar ke – 3 di Amerika serikat itu. Menikmati musim semi di kota kosmopolitan dengan gedung-gedung pencakar langit yang berarsitektur luar biasa, dengan orang-orang yang berlalu lalang di pusat kota. Hiruk pikuknya benar-benar terasa. 

Di Chicago, Untuk pertama kalinya sejak saya tiba di AS, saya benar-benar merasa sedang berada di Amerika.

I80 Derajat: Antara Chicago & Ames

Ames adalah sebuah kota kecil disebelah utara Des Moines, ibukota Iowa. Dari Ames, dibutuhkan waktu sekitar 6 jam untuk mencapai Chicago dengan mobil. Kehidupan Ames dan Chicago sangat berbeda 180 derajat. Di Ames, tidak ada hiruk pikuk seperti di Chicago. Chicago, seperti umumnya kota besar di dunia, memiliki tingkat kriminalitas yang cukup tinggi (seperti yang diterangkan supervisor kami, Ms Xiong). Bila di Ames, kami tak pernah (atau tepatnya belum pernah) melihat pengemis dan gelandangan, maka di Chicago kami begitu mudah menemukan peminta-minta yang duduk dipinggir jalan berpakaian compang-camping  sambil menengadahkan karton (bukan tangan) yang bertuliskan ’Homeless,need some cent for eat" (sayang, saya gak punya fotonya) 
Wajah Chicago

Pose di depan salah satu gedung pencakar langit Chicago

Ames yang tenang, kalem dan nampak'baik-baik'


Individualistik masyarakat kota besar pun nampak dikeseharian masyarakat Chicago. Tidak ada senyum basa-basi seperti yang biasa dilakukan masyarkat Ames bila berpapasan di jalan. Diversity di Chicago juga sangat nampak. Orang-orang dari berbagai ras dan etnis nampak dimana-mana. Menurut pengamatan saya, tidak susah untuk menemukan muslimah berjilbab di kota ini, sebab selama beberapa hari saya di sana, tidak jarang saya melihat atau berpapasan dengan para jilbaber. Kebanyakan mereka berwajah timur tengah…
(To be Continued, penulisnya harus kerja PR..hohohh..:P)

*SUV Apartment, Room 9B, Musim Semi 2011,disela-sela buku grammar tingkat 4.

Thursday, March 24, 2011

HERE WE ARE, UNCLE SAM!


I hopped off the plane at LAX
with a dream and my cardigan
welcome to the land of fame excess, (woah)
am I gonna fit in?

Jumped in the cab,
Here I am for the first time
Look to my right and I see the Hollywood sign
This is all so crazy
Everybody seems so famous…


(Party In The USA)

Alunan lagu Miley Cyrus serasa menggema di telingaku ketika pertama kali menjejak daratan Amerika…
hmmm jadi ini negeri itu? Negeri yang katanya Adikuasa, Superpower and Bla..bla itu..
Negeri ini dulu hanya ada dalam kepalaku dan dalam film-film
Dan sekarang….Here We Are, Uncle Sam!

Ada sensasi yang luar biasa saat kakiku pertama kali menjejak negerinya Barrack Obama ini.

KEDINGINAN!

Hahaaaa…

Brrr….AS masih winter
Rupanya salju turun tepat di saat kami tiba di bandara International St Paul Mineapollis.
Putih,semuanya tampak putih, tanah, pepohonan, rumput-rumput.
Snowfall….indah sekali..

Dengan sangat excited para IELSPer menatap butiran-butiran putih yang jatuh dari langit itu dengan takzim.

Here I am!


..and here we are!


Yes.This is America!

Alhamdulillah, kami tiba di AS dengan selamat setelah perjalanan berjam2 yg sangat melelahkan.
Delta Airlines yang membawa kami ke Negeri paman Sam ini, landing sekitar pukul 12 waktu AS di bandara St Paul Mineapollis, Minesotta. Bandara ini adalah point of entry kami u/ memasuki Amerika Serikat.
St Paul Minneapolis International Airport


Di bandara inilah kami harus proses imigrasi yang cukup mendebarkan. Seperti yang telah kami peroleh sewaktu Pre-Departure Orientation, saat memasuki AS kami harus berhati2, karna kesalahan sedikit akan berakibat kami akan melalui secondary inspection, let’s say semacam interogasi di ruang tertutup dari petugas imigrasi (serem gak tuh??). 

Hari itu, hanya satu dari kami ber-19 yang harus melewati proses itu, yaitu bang Ali. Cukup lama ia diproses, sampe2 kami harus menunggu berjam-jam (syukur waktu itu pesawat kami take off nanti sore) jadi tidak perlu khawatir untuk ketinggalan pesawat. Hampir 2 jam (or 3 jam) Ali diperiksa petugas imigrasi dan diberondong dengan berbagai pertanyaan, alhamdulillah akhirnya ia bisa lolos dan bergabung bersama kami.
Waiting for Ali



TENTANG BANDARA MINNEAPOLLIS


Hmmm….bandara ini sangat luas. Meski saya tidak menjelajahi seluruhnya.


Tapi kalo dibandingkan dengan Changi Singapore, tetap bagusan Changi. Changi Airport terlihat sangat modern. Cakep pokoknya.

Oh ya, ada satu kejadian menarik waktu saya berada di St Paul, saya ketemu artis HOLLYWOOD!, Rob Sneijde. Artis komedy AS. Dia maen dibanyak film seperti Bedtime Stories dan home alone 2. Wah gak disangka-sangka kami bisa bertemu denganya bukan hanya bertemu malah, tapi berbincang-bincang, & foto bareng,orangnya ramah..
With Rob Scneider, lumayanlah..Artis Hollywood bo'hohoo

Kami meninggalkan Minnesota pukul 7 malam dan terbang menuju Des Moines, Ibu kota Iowa,menumpangi pesawat kecil. Perjalanan yang ditempuh hanya sekitar 20 menit. Dalam sekejap, kami kembali mendarat…HERE WE ARE AGAIN..IOWA!

FINAL DESTINATION, IOWA!

Di Iowa kami di sambut hangat dan dijemput oleh 3 orang: Alyssa Xiong, supervisor kami dari IEOP Iowa State University, Chris Cassucio , program Officer perwakilan IIE dari New York, dan Jared (entah siapa dirinya, saya kurang taustatusnya sebagai apa,hohoo). Ms Xiong, wanita yang selama ini selalu memantau kami via email & Web, ternyata adalah orang yang sangat ramah & hangat, kami langsung menyukainya dan langsung akrab denganya. Begitu juga dengan Chriss (orangnya cakep loo..hohohh..)kalo Jared agak pendiam tapi ramah juga.

Dari bandara Des Moines( bandaranya kecil bo’), kami melanjutkan perjalanan ke Ames dengan Van.
Malam yang dingin,salju nampak dimana-mana.
Kami menggigil ketika harus menarik koper dan berjalan keluar bandara menuju Van.

Perjalanan ke Ames dari Des Moines sekitar 45 menit. Kami tiba di Ames sekitar pukul 9 malam, dan menginap di sebuah motel (motel super 8 namanya. Di sana kami akan menginap semalam sebelum pindah ke Apartement yang telah disiapkan oleh IIE & ISU.

Setelah dinner (dengan Pizza! Sama sekali tidak ada nasi), kami naik untuk beristirahat. Perjalanan panjang dari Indonesia ke AS cukup membuat kami lelah, namun juga excited untuk menikmati hari pertama di AS..
Pizza Party, whadda shocking Dinner! (dengan bodohnya saya mengharapkan nasi)


Sebagian dari kami( termasuk saya), masih belum percaya kalau kami benar-benar telah sampai di AS, rasanya seperti mimpi.
Dari jendela kamar, saya memandang langit malam Amerika.
Cerah penuh bintang.

Malam itu, 26 Februari 2011, adalah malam pertama kami, sembilan belas anak muda yang berasal dari negeri nun jauh di timur, ‘terlelap ‘di pangkuan Paman Sam.