Wednesday, October 19, 2011

STORY OF SNOW #Chapter One

Terlahir dan tinggal di negeri tropis, rasanya wajar bagi saya bila merasa 'excited' berlebihan ketika pertama kali melihat salju dan merasakan winter di negeri Paman Sam beberapa waktu lalu.
Di Indonesia, negara dua musim beriklim tropis, salju adalah hal yang mustahil. Sejak kecil, saya ingin sekali merasakan salju seperti yang kerap saya tonton di film-film. Kebetulan paman,kakak dan sahabat saya,Anggi,telah lebih dulu menginjakkan kaki di negeri bersalju,Denmark Amerika dan Kanada. Kepada mereka saya bertanya-tanya penuh rasa ingin tahu dengan mata yang berbinar-binar lebay.

Kepada om saya,tahun 1996:
Saya:"Om bagaimana rasanya salju
Om saya: "Dingin"
Saya:Om'salju bisa dimakan?"
Om saya:"Tidak, kotor karena diinjak-injak..
Saya: "Kalo yang baru turun dari langit?'
Om saya:"Banyak es di kulkas yang bisa di makan(-_-')
Saya: (*membayangkan salju turun dari langit, saya berlarian, menengadah,membuka mulut dan 'aaaammmmm...#makansalju)


Pada kakak saya berikutnya:
Saya:"gimana sih rasanya salju ntu??"
Kakak Saya: "Biasa aja, kayak es cukur tapi lebih alus"
Saya: (*memikirkan es cukur..slurpp)


Kepada sahabat saya:
Salju:"Salju itu dingin ya,gi?sedingin apa?"
Anggie:"Lebih dingin dari es di kulkas"
Saya: (*membayangkan es di kulkas dan menambah dinginnya beberapa derajad, Brrrr...)


Maka ketika saya mendaftar beasiswa IELSP tahun lalu, saya berdoa agar bisa lulus, juga menambahkan doa saya sebagai berikut:
"God, bila engkau memperkenankan saya untuk lulus beasiswa ini, maka please berangkatkanlah saya pas musim dingin, agar saya bisa merasakan salju sepeti yang saya lihat di tipi-tipi. Saya janji tidak akan membuat es cukur dari salju-salju itu, Aamiiinnnnn"

Dan Tuhan Yang Baik benar-benar mengabulkan permintaan saya. Saya lulus, dan akan ke Amerika pada bulan Februari, bertepatan dengan akhir musim dingin.
Tentu saja saya Happy :D #bersalto di udara

Ketika pesawat Delta Airlines hendak landing di bandara St Paul Mineapolis, mata saya tak berkedip menatap butiran-butiran halus yang turun dari langit .
"Oooo..jadi itu yang namanya salju"
Penuh suka cita, saya dan teman-teman lainnya 'menempel'di jendela pesawat menatap salju yang turun berderai-derai..(to be continued)
Snow on Minneapollis

The first time I saw the real snow:D

How Important CSR is...

Pengusaha muda itu tersenyum. Nampak jelas di wajahnya bahwa ia senang. Rekeningnya kembali terisi. Modal usahanya bertambah. Artinya usahanya dapat lebih berkembang. Tak henti-hentinya ia mengucap terima kasih kepada petugas CDC untuk bantuan modal yang digulirkan PT Telkom. Katanya, modal ini akan sangat bermanfaat bagi kelangsungan usahanya. Saya tersenyum.Boss saya pun demikian.

Panti asuhan itu nampak memprihatinkan. Bangunannya sederhana. Terbuat dari papan. Beberapa anak kecil berlarian di halamannya. Ketika tim survey kami melihat-lihat ke dalam, saya tersentak, ternyata panti ini sama sekali tidak memiliki tempat tidur. Anak-anak panti tidur beralaskan tikar. Lalu mengalirlah bantuan dari CDC Telkom. Beberapa kasur spring bed Procella ukuran 2 serta uang tunai diserahkan kepada pihak panti. Dengan penuh rasa terima kasih, pengurus panti menjabat kami satu persatu.

Panitia pembangunan masjid Al-Hidayah itu mengakui bahwa sudah lama tanah wakaf ini akan dibangun sebuah masjid. Namun, sejak si pemilik tanah dan penyandang dana terbesar meninggal, bangunan masjid yang belum selesai ini terbengkalai. Tidak ada dana. Dana swadaya masyarakat tidak cukup untuk membantu penyelesaian bangunan ini. Kucuran dana PT Telkom kemudian mengalir. Dalam tempo beberapa bulan, masjid itu telah berdiri


Bekerja di CDC PT Telkom yang menangangi masalah Corporate Social Responsibility, membuat saya menyadari bahwa kegiatan tanggung jawab sosial sebuah perusahaan memang sangatlah penting dalam menyokong kehidupan masyarakat.Perusahaan tidak seharusnya terus berorientasi pada bisnis semata namun harus memperhatikan kehidupan masyarakat sekitar sebagai publik eksternal perusahaan.
Bantuan pelestarian alam, penghijauan bersama karyawan-karyawati PT Telkom

Bantuan kepada anak-anak yatim piatu

Penyerahan bantuan pembangunan sarana ibadah


Dalam mata kuliah,Dasar-dasar Public Relations, saya mengetahui bahwa pencitraan perusahaan dapat dibangun dari kegiatan-kegiatan CSR. PT Telkom, telah membuktikan bahwa perusahaan telekomunikasi ini peduli terhadap masyarakat serta lingkungan sekitar. Berbagai jenis bantuan telah direalisasikan mulai dari bantuan dana bergulir bagi usaha kecil, bantuan bencana alam, bantuan beasiswa bagi orang yang tidak mampu, pembangunan sarana ibadah dan sarana umum, hingga bantuan pelestarian alam.
Dengan demikian,PT Telkom telah membantu program pemerintah dalam menanggulangi masalah-masalah sosial di masyarakat.


*HAPPY 155th ANNIVERSARY PT TELKOM INDONESIA

Wednesday, October 19, 2011

STORY OF SNOW #Chapter One

Terlahir dan tinggal di negeri tropis, rasanya wajar bagi saya bila merasa 'excited' berlebihan ketika pertama kali melihat salju dan merasakan winter di negeri Paman Sam beberapa waktu lalu.
Di Indonesia, negara dua musim beriklim tropis, salju adalah hal yang mustahil. Sejak kecil, saya ingin sekali merasakan salju seperti yang kerap saya tonton di film-film. Kebetulan paman,kakak dan sahabat saya,Anggi,telah lebih dulu menginjakkan kaki di negeri bersalju,Denmark Amerika dan Kanada. Kepada mereka saya bertanya-tanya penuh rasa ingin tahu dengan mata yang berbinar-binar lebay.

Kepada om saya,tahun 1996:
Saya:"Om bagaimana rasanya salju
Om saya: "Dingin"
Saya:Om'salju bisa dimakan?"
Om saya:"Tidak, kotor karena diinjak-injak..
Saya: "Kalo yang baru turun dari langit?'
Om saya:"Banyak es di kulkas yang bisa di makan(-_-')
Saya: (*membayangkan salju turun dari langit, saya berlarian, menengadah,membuka mulut dan 'aaaammmmm...#makansalju)


Pada kakak saya berikutnya:
Saya:"gimana sih rasanya salju ntu??"
Kakak Saya: "Biasa aja, kayak es cukur tapi lebih alus"
Saya: (*memikirkan es cukur..slurpp)


Kepada sahabat saya:
Salju:"Salju itu dingin ya,gi?sedingin apa?"
Anggie:"Lebih dingin dari es di kulkas"
Saya: (*membayangkan es di kulkas dan menambah dinginnya beberapa derajad, Brrrr...)


Maka ketika saya mendaftar beasiswa IELSP tahun lalu, saya berdoa agar bisa lulus, juga menambahkan doa saya sebagai berikut:
"God, bila engkau memperkenankan saya untuk lulus beasiswa ini, maka please berangkatkanlah saya pas musim dingin, agar saya bisa merasakan salju sepeti yang saya lihat di tipi-tipi. Saya janji tidak akan membuat es cukur dari salju-salju itu, Aamiiinnnnn"

Dan Tuhan Yang Baik benar-benar mengabulkan permintaan saya. Saya lulus, dan akan ke Amerika pada bulan Februari, bertepatan dengan akhir musim dingin.
Tentu saja saya Happy :D #bersalto di udara

Ketika pesawat Delta Airlines hendak landing di bandara St Paul Mineapolis, mata saya tak berkedip menatap butiran-butiran halus yang turun dari langit .
"Oooo..jadi itu yang namanya salju"
Penuh suka cita, saya dan teman-teman lainnya 'menempel'di jendela pesawat menatap salju yang turun berderai-derai..(to be continued)
Snow on Minneapollis

The first time I saw the real snow:D

How Important CSR is...

Pengusaha muda itu tersenyum. Nampak jelas di wajahnya bahwa ia senang. Rekeningnya kembali terisi. Modal usahanya bertambah. Artinya usahanya dapat lebih berkembang. Tak henti-hentinya ia mengucap terima kasih kepada petugas CDC untuk bantuan modal yang digulirkan PT Telkom. Katanya, modal ini akan sangat bermanfaat bagi kelangsungan usahanya. Saya tersenyum.Boss saya pun demikian.

Panti asuhan itu nampak memprihatinkan. Bangunannya sederhana. Terbuat dari papan. Beberapa anak kecil berlarian di halamannya. Ketika tim survey kami melihat-lihat ke dalam, saya tersentak, ternyata panti ini sama sekali tidak memiliki tempat tidur. Anak-anak panti tidur beralaskan tikar. Lalu mengalirlah bantuan dari CDC Telkom. Beberapa kasur spring bed Procella ukuran 2 serta uang tunai diserahkan kepada pihak panti. Dengan penuh rasa terima kasih, pengurus panti menjabat kami satu persatu.

Panitia pembangunan masjid Al-Hidayah itu mengakui bahwa sudah lama tanah wakaf ini akan dibangun sebuah masjid. Namun, sejak si pemilik tanah dan penyandang dana terbesar meninggal, bangunan masjid yang belum selesai ini terbengkalai. Tidak ada dana. Dana swadaya masyarakat tidak cukup untuk membantu penyelesaian bangunan ini. Kucuran dana PT Telkom kemudian mengalir. Dalam tempo beberapa bulan, masjid itu telah berdiri


Bekerja di CDC PT Telkom yang menangangi masalah Corporate Social Responsibility, membuat saya menyadari bahwa kegiatan tanggung jawab sosial sebuah perusahaan memang sangatlah penting dalam menyokong kehidupan masyarakat.Perusahaan tidak seharusnya terus berorientasi pada bisnis semata namun harus memperhatikan kehidupan masyarakat sekitar sebagai publik eksternal perusahaan.
Bantuan pelestarian alam, penghijauan bersama karyawan-karyawati PT Telkom

Bantuan kepada anak-anak yatim piatu

Penyerahan bantuan pembangunan sarana ibadah


Dalam mata kuliah,Dasar-dasar Public Relations, saya mengetahui bahwa pencitraan perusahaan dapat dibangun dari kegiatan-kegiatan CSR. PT Telkom, telah membuktikan bahwa perusahaan telekomunikasi ini peduli terhadap masyarakat serta lingkungan sekitar. Berbagai jenis bantuan telah direalisasikan mulai dari bantuan dana bergulir bagi usaha kecil, bantuan bencana alam, bantuan beasiswa bagi orang yang tidak mampu, pembangunan sarana ibadah dan sarana umum, hingga bantuan pelestarian alam.
Dengan demikian,PT Telkom telah membantu program pemerintah dalam menanggulangi masalah-masalah sosial di masyarakat.


*HAPPY 155th ANNIVERSARY PT TELKOM INDONESIA

Blogger templates

Free Cloud Cursors at www.totallyfreecursors.com
Kegagalan selalu membangkitkan rasa penasaran. Menyerah berarti berbuat kekonyolan. Bangkit, berlari dan teruslah berjuang! (rfs)

Wednesday, October 19, 2011

STORY OF SNOW #Chapter One

Terlahir dan tinggal di negeri tropis, rasanya wajar bagi saya bila merasa 'excited' berlebihan ketika pertama kali melihat salju dan merasakan winter di negeri Paman Sam beberapa waktu lalu.
Di Indonesia, negara dua musim beriklim tropis, salju adalah hal yang mustahil. Sejak kecil, saya ingin sekali merasakan salju seperti yang kerap saya tonton di film-film. Kebetulan paman,kakak dan sahabat saya,Anggi,telah lebih dulu menginjakkan kaki di negeri bersalju,Denmark Amerika dan Kanada. Kepada mereka saya bertanya-tanya penuh rasa ingin tahu dengan mata yang berbinar-binar lebay.

Kepada om saya,tahun 1996:
Saya:"Om bagaimana rasanya salju
Om saya: "Dingin"
Saya:Om'salju bisa dimakan?"
Om saya:"Tidak, kotor karena diinjak-injak..
Saya: "Kalo yang baru turun dari langit?'
Om saya:"Banyak es di kulkas yang bisa di makan(-_-')
Saya: (*membayangkan salju turun dari langit, saya berlarian, menengadah,membuka mulut dan 'aaaammmmm...#makansalju)


Pada kakak saya berikutnya:
Saya:"gimana sih rasanya salju ntu??"
Kakak Saya: "Biasa aja, kayak es cukur tapi lebih alus"
Saya: (*memikirkan es cukur..slurpp)


Kepada sahabat saya:
Salju:"Salju itu dingin ya,gi?sedingin apa?"
Anggie:"Lebih dingin dari es di kulkas"
Saya: (*membayangkan es di kulkas dan menambah dinginnya beberapa derajad, Brrrr...)


Maka ketika saya mendaftar beasiswa IELSP tahun lalu, saya berdoa agar bisa lulus, juga menambahkan doa saya sebagai berikut:
"God, bila engkau memperkenankan saya untuk lulus beasiswa ini, maka please berangkatkanlah saya pas musim dingin, agar saya bisa merasakan salju sepeti yang saya lihat di tipi-tipi. Saya janji tidak akan membuat es cukur dari salju-salju itu, Aamiiinnnnn"

Dan Tuhan Yang Baik benar-benar mengabulkan permintaan saya. Saya lulus, dan akan ke Amerika pada bulan Februari, bertepatan dengan akhir musim dingin.
Tentu saja saya Happy :D #bersalto di udara

Ketika pesawat Delta Airlines hendak landing di bandara St Paul Mineapolis, mata saya tak berkedip menatap butiran-butiran halus yang turun dari langit .
"Oooo..jadi itu yang namanya salju"
Penuh suka cita, saya dan teman-teman lainnya 'menempel'di jendela pesawat menatap salju yang turun berderai-derai..(to be continued)
Snow on Minneapollis

The first time I saw the real snow:D

How Important CSR is...

Pengusaha muda itu tersenyum. Nampak jelas di wajahnya bahwa ia senang. Rekeningnya kembali terisi. Modal usahanya bertambah. Artinya usahanya dapat lebih berkembang. Tak henti-hentinya ia mengucap terima kasih kepada petugas CDC untuk bantuan modal yang digulirkan PT Telkom. Katanya, modal ini akan sangat bermanfaat bagi kelangsungan usahanya. Saya tersenyum.Boss saya pun demikian.

Panti asuhan itu nampak memprihatinkan. Bangunannya sederhana. Terbuat dari papan. Beberapa anak kecil berlarian di halamannya. Ketika tim survey kami melihat-lihat ke dalam, saya tersentak, ternyata panti ini sama sekali tidak memiliki tempat tidur. Anak-anak panti tidur beralaskan tikar. Lalu mengalirlah bantuan dari CDC Telkom. Beberapa kasur spring bed Procella ukuran 2 serta uang tunai diserahkan kepada pihak panti. Dengan penuh rasa terima kasih, pengurus panti menjabat kami satu persatu.

Panitia pembangunan masjid Al-Hidayah itu mengakui bahwa sudah lama tanah wakaf ini akan dibangun sebuah masjid. Namun, sejak si pemilik tanah dan penyandang dana terbesar meninggal, bangunan masjid yang belum selesai ini terbengkalai. Tidak ada dana. Dana swadaya masyarakat tidak cukup untuk membantu penyelesaian bangunan ini. Kucuran dana PT Telkom kemudian mengalir. Dalam tempo beberapa bulan, masjid itu telah berdiri


Bekerja di CDC PT Telkom yang menangangi masalah Corporate Social Responsibility, membuat saya menyadari bahwa kegiatan tanggung jawab sosial sebuah perusahaan memang sangatlah penting dalam menyokong kehidupan masyarakat.Perusahaan tidak seharusnya terus berorientasi pada bisnis semata namun harus memperhatikan kehidupan masyarakat sekitar sebagai publik eksternal perusahaan.
Bantuan pelestarian alam, penghijauan bersama karyawan-karyawati PT Telkom

Bantuan kepada anak-anak yatim piatu

Penyerahan bantuan pembangunan sarana ibadah


Dalam mata kuliah,Dasar-dasar Public Relations, saya mengetahui bahwa pencitraan perusahaan dapat dibangun dari kegiatan-kegiatan CSR. PT Telkom, telah membuktikan bahwa perusahaan telekomunikasi ini peduli terhadap masyarakat serta lingkungan sekitar. Berbagai jenis bantuan telah direalisasikan mulai dari bantuan dana bergulir bagi usaha kecil, bantuan bencana alam, bantuan beasiswa bagi orang yang tidak mampu, pembangunan sarana ibadah dan sarana umum, hingga bantuan pelestarian alam.
Dengan demikian,PT Telkom telah membantu program pemerintah dalam menanggulangi masalah-masalah sosial di masyarakat.


*HAPPY 155th ANNIVERSARY PT TELKOM INDONESIA